Selasa, 21 Mei 2013

makalah karakteristik pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik



PENDAHULUAN

I.         LATAR BELAKANG
Di dalam perkembangan dunia pendidikan semua orang dituntut untuk memiliki moral, wawasan serta kepribadian yang lebih baik. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan usaha yang sungguh-sungguh pada pribadi masing-masing orang.
Jika berbicara tentang pendidikan maka banyak sekali hal-hal yang dibahas dalam perkembangan dunia pendidikan itu sendiri. Dalam kehidupan anak ada 2 proses yang beroperasi secara kontinu, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Kedua proses ini berlangsung secara interpenden, saling bergantung satu sama lainnya. Kedua proses itu tidak bisa dipisahkan dalam bentuk yang murni bediri sendiri – sendiri, akan tetapi bisa dibedakan untuk mudah memahaminya.

II.      RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian dari pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik?
2.      Bagaimana tahap-tahap pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik?
3.      Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik?
4.      Bagaimana mengoptimalkan  pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik?

III.   TUJUAN
1.      Untuk mengetahui pengertian dari  pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik
2.      Untuk mengetahui  tahap-tahap pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik
3.      Untuk mengetahui  faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik
4.      Untuk mengetahui optimalisasi pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik



BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian pertumbuhan fisik perkembangan motorik anak usia MI
a.      Pengertian Pertumbuhan Fisik
Pertumbuhan fisik adalah perumbuhan struktur tubuh manusia yang terjadi sejak masih dalam kandungan hingga ia dewasa. Proses perubahannya adalah menjadi panjang (pertumbuhan vertikal) dan menjadi tebal atau lebar (pertumbuhan horizontal) dalam suatu proporsi bentuk tubuh.
Pertumbuhan berarti pula sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (resam tubuh, keadaan jasmaniah) yang herediter / turun menurun dalam bentuk prosesaktif secara berkesinambungan.
Hasil Pertumbuhan dapat berwujud:
1) Badan bertambah besar;
2) Tubuh bertambah berat;
3) Tulang–tulang lebih besar, panjang, berat, dan kuat;
4) Perubahan system persyarafan;
5) Perubahan pada struktur jasmaniah lainnya.
Pertumbuhan jasmaniah ini dapat diteliti dengan mengukur:
1)  Berat
2)  Panjang dan
3) Ukuran lingkaran, misal : kepala, dada, pinggul, lengan, dan lain sebagainya.
Dalam pertumbuhannya, macam – macam bagian tubuh itu mempuyai perbedaan tempo kecepatan.

b.       Pengertian Perkembangan Motorik
                Perkembangan motorik adalah perkembangan mengontrol gerakan-gerakan tubuh melalui kegiatan-kegiatan yang terkoordinasikan antara susunan syaraf pusat, syaraf, dan otot. Proses tersebut dimulai dengan gerakan-gerakan kasar (gross movement) yang melibatkan bagian-bagian besar dari tubuh dalam fungsi  duduk, berjalan, lari, meloncat, dan lain-lain. Kemudian, dilanjutkan dengan koordinasi halus (finer coordination) yang melibatkan kelompok otot halus dalam fungsi meraih, memegang, melempar, menulis, menggambar, mewarna, dan lain-lain yang kedua-duanya diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan anak tidak berlangsung secara mekanis – otomatis, sebab perkembangan tersebut sangat tergantung pada beberapa faktor secara simultan, yaitu:
1)    Faktor Herediter (Warisan sejak lahir, bawaan)
2)    Faktor Lingkungan yang menguntungkan, atau yang merugikan;
3)    Kematangan fungsi – fungsi organis dan fugsi - fungsi psikis, dan;
4)    Aktivitas anak sebagai subyek bebas yang berkemauan, kemampuan seleksi, bisa menolak atau menyetujui, punya emosi, serta usaha membangun diri sendiri.
Di dalam membicarakan perkembangan perkembangan motorik anak, akan dibicarakan tentang ciri – ciri motorik, yang pada umumnya melalu 4 tahap . Yaitu :
1)      Gerakan – gerakannya tidak disadari, tidak disengaja, dan tanpa arah. Gerakan anak pada masa ini semata – mata hanya oleh karena adanya dorongan dari dalam. Misal : anak mengerak – gerakan kaki dan tangannya, memasukkan tangan ke mulut,mengedipkan mata, dan gerak – gerak lain, yang tidak disebabkan oleh adanya dorongan rangsangan dari luar.
2)      Gerakan – gerakan anak itu tidak khas. Artinya gerakan yang timbul, yang disebabkan oleh perangsang tidak sesuai dengan rangsangannya.
Misal : bila si anak diletakkan di tangannya sesuatu benda, maka benda itu dipegangnya tidak sesuai dengan kegunaan benda tersebut, sehingga bagi orang dewasatampak sebagai sesuatu gerakan yang bodoh;
3)      Gerakan – gerakan anak itu dilakukan dengan masal. Artinya hampir seluruh tubuh ikut bererak untuk mereaksi perangsang yang datang dari luar.
Misal : Bila kepadanya diberikan sebuah bola, maka bola itu diterima dengan kedua tangan dan kedua kakinya sekaligus;
4)      Gerakan – gerakan anak itu disertai gerakan – gerakan lain, yang sebenarnya tidak diprlukan.
B.      Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Motorik anak
Jika pada masa bayi dan kanak-kanak, dunia anak lebih banyak dalam  rumah bersama keluarganya, pada masa anak  yang berusia 6-12 tahun, dunianya lebih banyak di sekolah lingkungan sekitar.
Beberapa tahap perkembangan yang dituntut pada masa ini adalah:
1.      Belajar keterampilan fisik yang diperlukan dalam permainan.
2.      Pengembangan sikap yang menyeluruh terhadap diri sendiri sebagai individu yang sedang berkembang.
3.      Belajar berkawan dengan teman sebaya.
4.      Belajar melakukan peranan sosial sebagai laki-laki atau wanita.
5.      Belajar menguasai keterampilan-keterampilan intelektual dasar, yaitu membaca, menulis, dan berhitung.
6.      Pengembangan konsep-konsep diperlukan dalam kehidupan sehari-hari agar dapat menyesuaikan diri dan berprilaku sesuai  dengan tuntutan dari lingkungannya.
7.      Pengembangan moral, nilai, dan hati nurani.
8.      Memiliki kemerdekaan pribadi.
9.      Pengembangan sikap terhadap lembaga dan kelompok sosial.

C.     Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Fisik dan Perkembangan Motorik
1.      Aliran Nativisme
Aliran ini berpendapat bahwa pertumbuhan dan  perkembangan individu lebih ditentukan oleh faktor keturunan, bawaan atau faktor internal.
2.      Aliran empirisme
Aliran ini  menyatakan bahwa pertumbuhan dan  perkembangan individu lebih dipenagruhi oleh lingkungan atau pengalaman atau eksternal.
3.      Aliran konvergensi
Aliaran  ini menjelaskan bahwa pertumbuhan dan  perkembangan individu dipengaruhi oleh pembawaan maupun lingkungan.  

D.     Optismalisasi Pertumbuhan Fisik dan Perkembangan Motorik
Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Oleh karena itu, pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal.
Penguasaan tugas – tugas perkembangan tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua seperti seperti pada tahun – tahun prasekolah. Sekarang, penguasaan ini juga menjadi tanggung jawab guru – guru dan sebagian kecil juga menjadi tanggung jawab kelompok teman – teman. Misal : pengembangan berbagai ketrampilan dasar dasar seperti membaca, menulis, berhitung, dan pengembangan sikap – sikap terhadap kelompok sosial dan lembaga – lembaga Upaya – upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan perkembangan pada masa anak – anak :
1)      Faktor kesehatan dan gizi. Ini merupakan faktor penting agar pertumbuhan fisik anak dapat berkembang secara ideal. Semakin baik kesehatan dan gizi, anak cenderung semakin besar dari usia ke usia dibandingkan dengan anak yang kesehatan dan gizinya buruk;
2)      Kestabilan emosional. Ketegangan emosional juga dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik. Anak yang tenang tumbuh lebih cepat dari pada anak yang mengalami gangguan emosional.
3)      Menstimulasi kecerdasan anak;
4)      Mengembangkan Kreativitas.


BAB III
PENUTUP

I.              KESIMPULAN
1)      Hasil Pertumbuhan dapat berwujud :
a.       Badan bertambah besar;
b.      Tubuh bertambah berat;
c.       Tulang–tulang lebih besar, panjang, berat, dan kuat;
d.      Perubahan system persyarafan;
e.       Perubahan pada struktur jasmaniah lainnya.
2)      Perkembangan anak tidak berlangsung secara mekanis – otomatis, sebab perkembangan tersebut sangat tergantung pada beberapa faktor secara simultan, yaitu:
a.       Faktor Herediter (Warisan sejak lahir, bawaan);
b.      Faktor Lingkungan yang menguntungkan, atau yang merugikan;
c.       Kematangan fungsi – fungsi organis dan fugsi - fungsi psikis, dan;
d.      Aktivitas anak sebagai subyek bebas yang    berkemauan
3)      Beberapa hal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak:
a.       Kesehatan,yang kurang baik dapat menghambat anak menikmati yang ia lakukan;
b.      Lingkungan, yang tidak mendukung;
c.       Bimbingan yang kurang tepat,
d.      Keputusan yang kurang tepat dan tidak terncana;
e.       Tidak diberikan kebebasan pada anak untuk mengekspresikan dirinya;
f.       Harapan–harapan yang realistis

II.           SARAN
Karena begitu pentingnya pertumbuhan, diharapkan setiap individu dapat mengoptimalkan dengan baik antara pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik.


DAFTAR  PUSTAKA

Fatimah, Enung. 2006. Psikologi Perkembangan (Perkembangan Peserta didik). CV Pustaka Setia. Bandung
Hartinah, Sitti. 2008. Pengembangan Peserta didik. PT Refika Aditama. Bnadung
Kusmaedi, Nurlan dan Husdarta. 2010. Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta didik (Olahraga dan Kesehatan). CV Alfabeta. Bandung



Tidak ada komentar:

Posting Komentar